Terserah elo boss !

kontolonesiafuckmemek
HomeHome  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Cara berpikir

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Jibril
Mbah
Mbah
avatar

Tgl gabung : 2009-11-27
Umur : 37
Lokasi Lokasi : Karawang city
Komentar : Fuck it all

PostSubject: Cara berpikir   Mon 07 Dec 2009, 10:31

Kita begitu terbiasa untuk berpikir secara dualistis . Sehingga kita
cenderung untuk segera memilih salah satu pihak dari suatu masalah.
Kita berpikir bahwa ini dan itu adalah satu-satunya cara untuk memperhatikan
suatu situasi dan mematok diri dalam belenggu keberpihakan. Acapkali sama
sekali tidak mengindahkan bahwa ada sesuatu hikmah yang bisa ditarik dari
banyak sisi.





Yang ada adalah skwensial cara berpikir kita mengacu pada benar
dan salah. Jika ada sesuatu yang benar, dilain pihak pasti ada yang salah.
Jika disatu sisi ada yang menang maka disisi lain tentu ada yang kalah.
Cara berpikir ini yang kita sebut dengan cara berpikir dualistis. Saking
kuatnya kita terpaku pada persoalan benar dan salah. Maka semakin
kerap diri ini menjadi berperilaku dualistis.


Cara berpikir dualistis memang selalu gampang. Tinggal merujuk pada suatu
kesepakatan umum yang dibentuk dalam suatu hukum atau katakan syari’at,
>atau juga peraturan, undang-undang.


Siapa saja yang tidak sejalan, maka ianya akan dikatakan salah. Dan yang
sejalan sudah dipastikan benar.


Masalahnya, apakah suatu hukum, peraturan, undang-undang,apapun bentuknya
telah menyentuh keadilan, kebaikan secara universal,yang bisa diterima
oleh semua pihak, mulai dari level elite sampai akar rumput.





Sebenarnya ada cara lain untuk untuk berpikir atau memandang suatu masalah
/ konflik. Yaitu jika kita memandangnya secara Dialektis bukan secara
Dualistis.


Cara berpikir dualistis bersifat mempertentangkan. Tidak ada kompromi
atau harmoni. Sedangkan cara berpikir dialektis adalah suatu
sintesis dari kedua sisi sehingga suatu pandangan baru atau pilihan
baru dapat dibentuk. Tanpa harus melibatkan aktivitas diri masuk atau
keluar dari situasi keberpihakan.


Contoh cara berpikir dialektis yang bisa kita ambil contoh adalah
“Lakum diinukum walliya diin” dalam surah Al Kaafiruun.



Dengan
memilih berpikir secara dialektis, kita dapat melihat cara cara baru untuk
memecahkan masalah. Ketika tidak seorangpun menjadi salah atau kalah ,
maka kita semua menjadi pemenang dalam menuntaskan masalah.

^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_
Untuk hidup tak perlu harus mati
Back to top Go down
View user profile
 
Cara berpikir
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» One of my P. imperator, macros
» me and harvey talking :)
» Barn Owls...
» Summer coat vs winter coat
» emperor or asian forest?

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Terserah elo boss ! :: Tutorial education :: E-book-
Jump to:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum