Terserah elo boss !

kontolonesiafuckmemek
HomeHome  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 buaian kaka iparku

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Jibril
Mbah
Mbah
avatar

Tgl gabung : 2009-11-27
Umur : 37
Lokasi Lokasi : Karawang city
Komentar : Fuck it all

PostSubject: buaian kaka iparku   Wed 30 Dec 2009, 00:14

Sudah sejak lama aku naksir
Mas Denny, tapi agaknya
keberuntungan belum
berpihak padaku, buktinya
mas Denny malah menikah
dengan Mbak Rini, kakak
kandungku.
Meski Mas Denny sudah
menjadi suami sah Mbak Rini,
tapi bukan berarti rasa sukaku
padanya jadi hilang, tapi
masih ada dalam hatiku.
Malah karena sering ketemu,
rasa sukaku justru makin
menjadi-jadi. Kalau dipikir-
pikir rasanya aku memang
tidak tahu diri, dengan segala
cara aku berusaha untuk
mendekati Mas Denny
(tentunya saat Mbak Rini tidak
ada di rumah)
Seperti sore ini, kebetulan
Mbak Rini dan Ibu pergi ke
Semarang untuk menengok
Tante Yuni, adik ibu yg nomor
2 yg sedang dirawat di rumah
sakit karena kecelakaaan.
Karena jarak Solo-Semarang
lumayan jauh maka Mbak Rini
dan Ibuku terpaksa
menginap. Tadi Mbak Rini
meneleponku kalau mereka
baru bisa pulang besok pagi.
Aku yg dasarnya selalu
mencari-cari kesempatan
agar bisa berduaan dengan
Mas Denny, sudah tentu
sangat senang mendengar
kabar itu. Usai makan malam,
kuajak Mas Denny ngobrol
berdua di ruang tengah
sambil nonton TV. Malam itu
aku memakai baju tidur yang
seksi dan transparan,
sementara di dalamnya aku
tidak mengenakan apa-apa
sehingga lekuk dan bentuk
tubuhku membayang jelas.
Aku memang berencana
untuk menggoda Kakak
Iparku itu. Aku memang
"dendam" karena dia lebih
memilih kakakku untuk dipilih
menjadi istrinya.
Melihat penampilanku yang
merangsang seperti itu tentu
saja Mas Denny jadi salah
tingkah. Aku pura-pura tidak
tahu dan hanya tertawa geli
dalam hati. Malah aku
kemudian sengaja mengubah
posisi dudukku hingga lebih
"menantang".
Tapi setelah beberapa saat
Mas Denny tidak juga bereaksi
(atau memang menahan diri
dan tidak berani melakukan
sesuatu karena sadar kalau
aku saat ini sudah menjadi
adik iparnya sendiri). Jenuh
menunggu reaksi mas Denny
yang hanya diam saja aku
mencari cara lain dengan
berpura-pura sakit dan minta
dikeroki.
"Tolong ya Mas, soalnya kalau
sakit aku terbiasa dikeroki
biar cepat sembuhnya"
pintaku setengah merajuk.
Meski semula agak ragu tapi
karena aku terus mendesak,
akhirnya Mas Denny tak bisa
menolak lagi. Akhirnya jadilah
malam itu aku dikeroki oleh
Mas Denny. Sewaktu aku
melepas bajuku dan kuganti
dengan selimut, kulihat sorot
mata mas Denny agak
berubah. Jakunnya naik-turun,
demikian juga desah nafasnya
yg terasa berat dan lebih
cepat dari biasanya. Maklum
dari pantulan cermin yg ada
di depanku, Mas Denny bisa
melihat dengan jelas dua
"bukit kembar" di dadaku.
"Ayo mas" kataku sambil terus
tidur tengkurap di atas
ranjang.
"Iya tapi yang mana duludan"
katanya.
"Ya punggung dong, masak
muka" sahutku bercanda.
Dengan tangan sedikit
gemetar, Mas Denny mulai
mengerokiku, saat tangannya
menyentuh punggungku,
muncul rasa aneh dan desiran
di dadaku.
"Ohh.." aku mendesah lirih
waktu ia mulai mengerokiku.
"Ada apa Lin, sakitdan tanya
Mas Denny sambil
menghentikan kerokannya.
"Nggak papa kok Mas, cuma.."
kataku tersendat karena
desiran di dadaku yg makin
tidak karuan.
"Cuma apa Lindan" tanya Mas
Denny penasaran sambil
berusaha membalikkan
tubuhku. Entah kenapa aku
menurut saja sehinga posisi
tubuhku jadi telentang,
dengan sendirinya dadaku
tidak lagi tertutupi.
Kulihat tatapan kaget dan
aneh dari Mas Denny. Akupun
jadi terdiam karena desiran
aneh di dadaku semakin
menjadi. Lalu Mas Denny
mulai berani dan perlahan
menjamah, meraba dan
akhirnya meremas "gunung
kembarku". Seketika itu
desiran di dadaku semakin
kencang. Ada rasa nikmat yg
kurasakan. Apalagi setelah
Mas Denny mencium leherku
dan turun ke dadaku.
Lidahnya begitu lincah
bermain di kedua puncak
dadaku. Puting susuku
dikulum dan dijilatinya
dengan mesra.
"Ohhh... mas" aku mendesah
dan menggeliat nikmat.
Sementara tangan Mas Denny
kulihat sibuk melucuti
pakaiannya sendiri satu demi
satu.
"Lin.." bisik Mas Denny sambil
mendekap tubuhku erat-erat.
Kini dia telah telanjang bulat
seperti halnya aku. Dengan
nafas memburu, laki-laki yg
jadi fantasiku selama ini
itupun menjelajahi sekujur
tubuhku. Hampir semua
bagian tubuhku diciuminya.
"Ohhh... masss.." desahku lagi
saat ciuman Mas Denny makin
melorot ke bawah dan kini
hinggap di selangkanganku.
Bibir dan lidahnya kini
bermain-main di alat vitalku
itu.
"Nikmat mas... hhh" desahku
dengan mata setengah
terpejam.
Aku menggeliat dan benar-
benar merasakan kenikmatan
yg tiada tara saat lidahnya
mulai menelusup masuk
"liang kewanitaanku".
"Aduh masss..." rintihku
merasakan nikmat yang
belum pernah aku rasakan
sebelumnya itu.
Untuk beberapa lama Mas
Denny terus memainkan
lidahnya di liang
kewanitaanku hingga aku
menggelinjang kesana-
kemari menahan rasa nikmat
dan gelora nafsuku yang
makin menggebu. Akhirnya
aku tidak tahan lagi dan
meminta Mas Denny untuk
segera "melakukannya".
"Ayo... Mass... aku sudah nggak
tahan lagi" rengekku.
"Sebentar Lin, sebentar..."
sahut Mas Denny sambil masih
menjilati kewanitaanku.
Akhirnya Mas Denny naik ke
atas dan mulai "menusuk" kan
rudalnya ke liang pribadiku.
Aku sempat menjerit lirih,
merasakan sakit dan perih
ketika milik Mas Denny mulai
menusuk alat vitalku.
Tapi rasa sakit dan perih itu
segera berganti dengan rasa
nikmat yang amat sangat
waktu Mas Denny mulai
dengan teratur melakukan
gerakan maju mundur. Aku
seperti terbang ke awang-
awang. Aku menjerit, merintih
dan menggelinjang
merasakan keperkasaan Mas
Denny yang begitu nikmat
tiada tara.
"Ohhh... teruss Mass... ach..."
desahku dengan kedua mata
terpejam.
Untuk beberapa saat
lamanya, kami berpacu dan
berpacu. Sampai akhirnya
kami sama-sama terkapar
kelelahan. Melihat ceceran
darah di atas sprei dan
sebagian pahaku, aku sadar
bahwa saat itu
keperawananku telah bobol,
direnggut Mas Denny kakak
iparku sendiri.
Anehnya! Sejak kejadian itu,
aku tak kapok. Malah
sebaliknya, jadi ketagihan.
Hingga setiap ada
kesempatan, kami pasti
melakukan dan mengulangi
lagi. Kami melakukannya tidak
hanya di rumah, tapi juga di
tempat-tempat lain seperti
hotel dan tempat lainnya.
Akibat dari perselingkuhan
yang kulakukan dengan Mas
Denny, oleh dokter, aku
dinyatakan positif hamil. Kalau
sudah seperti ini aku jadi
bingung harus bagaimana
mengatasi masalah ini.

^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_
Untuk hidup tak perlu harus mati
Back to top Go down
View user profile
 
buaian kaka iparku
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Terserah elo boss ! :: Tutorial education :: E-book-
Jump to:  
Free forum hosting | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum